Senin, 25 Desember 2017

Puisi Untuk Ibu

Ini Ibuku, ehehe ^^

Hai, Sahabat Blogspot!
22 Desember adalah Hari Ibu.
Pastinya kalian sudah pada mengucapkan ke Ibu, atau bisa saja kalian merayakannya bersama Ibu.

Untuk yang Ibunya sudah meninggal? Bisa tetap merayakan kok. Dengan siapa? Pastinya dengan ibu lain yang sudah kamu anggap sebagai Ibu, dan Ibu itu sudah menganggapmu sebagai anak. (Ibu saya juga bisa kamu anggap sebagai Ibumu. Gak perlu terlalu sedih, hehe).

Nahh kali ini, ada 2 Puisi yang sudah ku edit dan ingin saya bagi di postingan hari ini tentang Ibu.
Selamat Membaca.

IBU
*Imelda Sembiring*
Ibu...
Engkau telah mengandungku
Selama sembilan bulan lamanya
Engkau telah bersusah payah
Dengan penuh perjuangan antara hidup dan mati
Bercucuran air mata menetes di pipimu
Berjuta doa berkumandang dari bibirmu
Untuk kelahiranku ke dunia ini

Ibu...
Engkau besarkan aku dengan manja akan kasih sayangmu
Engkau selalu menemaniku dalam suka dan dukaku
Menemaniku di hari – hari ceriaku

Ibu... Hatimu selembut sutra, kasih sayangmu sepanjang masa
Engkau selalu membimbingku
Mengajariku untuk berakhlak mulia
Hinggaku menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa

Ibu...
Engkau bagaikan malaikat bagiku
Engkau juga sahabat setia untukku
Dalam hidupku namamu kan selalu ku ingat
Kasih sayangmu yang ada untuk diriku
Membuatku bercahaya dalam gemerlap dunia ini

Ibu...
Selembut cinta tulus kasihmu
Selalu kurasa dalam sanubariku
Bagiku keagungan jasamu takkan pernah tergantikan olehku

Ibu...
Engkau laksana embun yang menyejukkan kalbuku
Betapa engkau sangat berarti 
Ibu aku akan berusaha menjadi anak kebangganmu
Aku akan menjadi pelita terang dalam hidupmu.


*@senja.perempuan*
Bu, aku tak pandai tuk membuat kata-kata indah yang memikat.
Tapi izinkanlah aku menuliskan segelintir kata untukmu.
Walaupun tak pernah ada kata yang cukup untuk mewakili sosokmu.

Bu, aku tahu.
Berjuta kalipun ku ucapkan terimakasih takkan bisa membalas seluruh pengorbananmu.
Tak sekalipun walau seujung kuku.

Kesabaranmu, cintamu, kasih sayangmu dalam merawatku dengan ketegaran hatimu membuatku selalu bersyukur pada-Nya yang telah memberikanmu sebagai malaikat baik-Nya untukku.

Bu, maafkan aku yang masih saja seiring mengecewakanmu. Maafkan aku yang sering berbuat salah padamu.
Bu, izinkan aku menyayangimu sepenuh hatiku walau tak sebanyak cinta yang kau berikan untukku.
Melalui doa-doa yang terus saja ku lantunkan untukmu, agar kau bahagia dan sehat selalu.

Okeh, sekian puisi yang ingin saya bagikan.
Tapi sekedar cerita aja, gak semua Ibu itu suka di kasih puisi.
Karena ada beberapa Ibu yang jarang suka baca kalau gak ada bacaan penting (Contohnya Ibu saya, hahaa).
Solusinya bisa kasih hadiah yang ingin Ibumu beli atau makanan kesukaan Ibu kamu.
Solusi lain jika belum bisa kasih sesuatu hal secara materi, bisa dengan wujud lain—dengan cara khususkan Hari Ibu untuk Seharian Bersama Ibumu. Dengan begitu ada waktu berharga yang bisa kamu berikan untuknya, di tengah kesibukanmu.

Semoga bermanfaat! Akhir kata:
Selamat Hari Ibu, untuk Ibuku, Ibumu, dan seluruh Ibu di dunia!
#Ibu #HariIbu #SelamatHariIbu

Senin, 11 Desember 2017

Gelisah Hati


Dia..

Orang yang baru saja datang di kehidupanku. Datang dengan kondisi lain dengan pria yang selama ini mendekatiku. Entah apa yang aku rasa saat ini, sampai aku tak bisa tuk menggambarkannya.



Awalnya..
Aku hanya mengira bahwa bercandamu itu sama dengan bercandaan yang lain. Semakin hari, kamu semakin memberikan sikap yang membuatku merasa istimewa, dan kesalahanku telah membawa perasaanku.



Jujur saja..

Aku juga tidak terlalu berharap. Karena itu tolong jangan memberiku harapan, jika itu hanya sebatas angan. Aku bingung harus bersikap dan berbuat apa denganmu. Bisakah kau bantu aku untuk bersikap seperti apa?



"Aku menghormatimu sebagai kakak"

Memang diawal aku berpikir begitu. Setelah aku telusuri, ternyata semua berawal dari senyum manismu. Walau sederhana kau lakukan, bagiku langka ku temukan.


Tapi, aku lelah dengan ini..
Hanya mampu diam, memperhatikanmu dari kejauhan, tanpa bisa ku gapai.
Maaf jika aku telah salah masuk dalam kehidupanmu. Seharusnya memang tak perlu bagiku untuk ikut serta dalam cerita hidupmu.

Rindu?
Mungkinkah aku berani mengungkapkan rindu ini ke kamu? Rasanya aku tak cukup berani untuk itu. Rindu ini terus saja bergerak. Perlahan mulai memberontak dan berharap temu yang ku tahu itu hanyalah impian semu.

Entah seperti apa..
Yang jelas ku rasa sekarang.. kau semakin berjarak dan tak saling sapa.
Pertanyaanku saat ini.. Akankah kau rindu saat aku hilang nanti?


Mungkin..

Ini semata-mata hanya angin pelarianmu saja. Namun jika ini bukan sebuah kepalsuan, seharusnya kau tau apa yang tak ku sukai dari dirimu. Tapi aku tak memiliki keberanian untuk memberitahukannya. Ku harap suatu saat kamu mengerti, tanpa perlu aku bercerita.


Pesanku untukmu:
Jika niatmu hanya untuk singgah, kumohon bersikaplah seperti tamu.
Agar aku tak salah lagi harus menyuguhkan kopi atau hati.
(Natasha)

Sabtu, 02 Desember 2017

Untuk Cinta Yang Belum Sempat Terucap

Kamu..
Orang yang semakin hari semakin ngeselin tapi ngangenin.
Kamu selalu menghinaku jelek, dan bilang kalau aku tidak jelas.
Di balik itu semua, ada sosok kakak yang ku temukan dalam dirimu.

Namun di lain hari,
Aku pernah merasakan kehadiranmu dengan sikap tidak wajarmu yang selama ini tidak ku kenal. Sikap yang membuatku nyaman, dan mungkin ini hanya menjadi teman.

Pernah suatu hari bertemu,
Saat itu kamu memujiku untuk pertama kalinya. Sempat aku berpaling muka darimu dan akhirnya aku bilang "terimakasih" dengan menatapmu.
Tapi tak lama ku sadari, ternyata itu hanya bercandamu saja, yang sekedar modus.
Ah, dasar aku saja yang terbawa perasaan!

Saat itu,
Di hari yang sama kamu berusaha mengajakku bercanda lagi.
Entah saat itu mungkin aku sedang tidak ingin bercanda atau bagaimana.
Tapi aku sadar sikapku salah hingga membuatmu mengabaikanku sampai saat ini.
Aku berpikir kamu telah menyerah karena sikapku.

Mungkin memang tak ada yang harus diperjelas lagi, karena sikapku ini hanyalah adik yang sekedar ingin dekat dengan kakak.
Aku harap ketika kau pergi, jangan bercanda lagi dengan hati.
Cukup hati ini saja yang kamu buat bercanda. (Natasha)

Sabtu, 18 November 2017

Catatan Motivasi Dalam Organisasi



Yuk! Saling mengingatkan rekan satu dengan yg lain.
Tidak hanya sesama divisi tapi juga dengan divisi lain, dengan cara kerjasama.

Jangan ada yg mengeluh sama tugasnya,
Jangan iri sama tugas divisi lain,
Jangan malu untuk kasih saran dan jangan sakit hati kalau di kasih kritik.

Di organisasi, jangan anggap tugasmu itu sebagai beban, tapi anggap pelayanan dan harus tulus.
Tetap berusahalah kasih yg terbaik dengan ikhlas. Kalau tidak bisa, belajarlah sampai bisa.

Penting! Jangan lupa minta tugas sama koornya. Koor dan anggota kerjasamalah dengan tukar pendapat. Jangan asal ya.. awas salah paham. Bingung? Tanya Ketua Pelaksana

Utamakan tugas divisi, tapi jangan egois dengan sifat individu. Karena ini kepanitiaan dan bukan perorangan

Dalam setiap program kerja yang ada di organisasi ada, tentu tidaklah selalu mudah.
Jika kalian merasa lelah, ingatlah masih ada org yg lebih lelah. Harus selalu kuat ya rek.

Kamu gak sendiri kok. Kita SATU! Itulah fungsi kepanitiaan, kuat kita bersama.
Kalau sudah selesai dengan tugasnya, boleh bantu rekan divisi lain yg butuh bantuan.

Program Kerja disukses bukan karena divisi ini atau divisi itu yg hebat.
Kalianlah yg akan membuat semua ini bukan hanya sekedar angan tapi BISA jadi nyata.

Tidak ada mayoritas atau minoritas. SEMUA harus partisipasi!

Satukan hati dan pikiran, supaya tujuan atas target yg ingin dicapai bisa KITA selesaikan dengan BAIK
Optimis! Positif! Jadi berkat! Garam dunia. (bukan micin dunia)

Semoga Tuhan selalu beserta kita. (DLS)

Selasa, 31 Oktober 2017

Catatan Pendek Tentang Hati Yang Sedang Rindu. (PART II)


Untukmu yang mungkin sekarang telah bahagia bersama dia,
Hai! Apa kabarmu? Aku berharap kamu selalu baik-baik saja disana. Entah kenapa hati ini merasa sepi saat tidak ada kamu yang menemaniku chatting.

Berawal dari pertemuan malam itu..
Saat itu kamu datang tanpa sengaja, hadir dan memberikanku undangan. Setelah aku menerimanya, aku pun langsung berpaling dari arahmu. Namun saat aku sudah berpaling, kamu memanggilku lagi, seakan-akan ada hal yang belum kamu bicarakan saat itu. Ternyata kamu meminta nomer hpku dengan tujuan untuk bertanya kepastian kehadiranku di undangan yang kamu bawa.

2 hari sebelum hari di acara itu, kamu mulai chat..
Kamu menanyakan apakah aku bisa datang atau tidak. Aku pun memberikan jawaban di 1 hari sebelum acaramu berlangsung, bahwa aku tidak bisa menghadiri acara itu karena ada acara lain yang lebih penting dan harus aku datangi saat itu.. dan kamu pun bilang tidak apa. Padahal, di satu sisi aku mengharapkan bisa hadir dalam acara itu, tapi di sisi yang lain aku tidak bisa meninggalkan acaraku yang mendesak... ya, mungkin lain waktu.

Beberapa hari berlalu..
Aku kira sudah tidak ada yang perlu dibicarakan karena antara aku dan kamu memang sebelumnya tak saling kenal, karena berbeda kampus. Namun entah mengapa kamu tiba-tiba chat lagi dengan suasana yang berbeda. Suasana yang membuatku menanti-nanti apa yang ingin kamu bahas dalam chat itu. Seakan-akan kau memberikanku warna lain setelah tidak ada lagi warna dalam hatiku, yang aku kira tidak ada lagi yang bisa selain dia.. dia yang pernah singgah di hati, walau untuk sementara.

Aku mulai membuka hati ini..
Sampai di suatu hari, aku mulai penasaran tentang organisasi yang kamu ikuti. Menurutku, itu adalah hal yang sangat menarik untuk diperbincangkan, karena suatu saat aku ingin juga mengikutinya. Ketika aku bertanya lebih tentang organisasimu itu, kamu pun bilang ke aku kalau hal itu tak bisa di bahas lewat chat, karena lebih baik dibicarakan saat kita bertemu.

Hari saat aku bertemu denganmu lagi..
Aku mengajak temanku, dan kamu mengajak temanmu. Lalu kami membahas tentang organisasi yang sebelumnya dibahas melalui chat yang kemudian dibahas lewat diskusi sederhana dan di tempat nongkrong sederhana. Setelah berdiskusi lama, menurutku itu memang organisasi yang menarik untuk diikuti. Namun di lain sisi, ada banyak waktu yang harus bisa dikorbankan dalam organisasi itu dan kembali lagi ke cara pintar kita untuk bisa memanajemen waktu dengan semaksimal mungkin. Entah mengapa, namun temanmu yang justru membuatku tertarik. Jantungku berdetak tiada henti saat aku mendengarkan temanmu bicara, dan saat sepatu temanmu menyentuh sepatuku. Aku seakan-akan tak ingin melepaskan sentuhan kaki itu. Sampai temanmu melihat ke meja bagian bawah dan aku pun mulai melepaskan sentuhan itu dengan gayaku yang pura-pura tidak tahu. Hahaha.. bahkan aku masih saja mengingat hal aneh ini. Jujur saja, sejak saat itu aku menyukai seseorang laki-laki bukan berdasarkan ketampanannya, melainkan melalu cara dia berpikir dan cara dia berbicara.

Eeeit.. bukannya aku menyukaimu? kenapa aku malah menyukai temanmu?
Hah.. perasaanku memang sangat aneh. Dari situ aku mulai berpikir, mengapa Tuhan mempertemukan aku, kamu, dan dia.

Aku pun mulai berharap..

Aku kira hubungan ini bisa memberikanku warna yang lebih banyak di hari yang akan ku lewati nanti. Namun seiring berjalannya waktu, aku telah salah berharap. Aku mengetahui bahwa hatimu ternyata bukan untukku, karena hatimu sudah dimiliki oleh orang lain. Kamu bersikap baik karena itu memang tugasmu. Aku baru menyadarinya. Sejak saat dimana aku mulai mengetahui hal itu, mungkin lebih baik untuk menjauh, daripada mendekat namun hanya membuatku sakit. (Natasha)

Catatan Pendek Tentang Hati Yang Sedang Rindu (PART I)


Untukmu yang mungkin tak pernah memikirkanku,

Hai, apa kabarmu? Aku selalu berdoa semoga kabar baik selalu ada padamu. Meskipun kamu jarang memberikan kabar padaku, dan bahkan tak pernah. Dulu kamu sering memberikanku kabar, baik itu tentang cerita bahagiamu atau cerita sedihmu. Entah mengapa, aku merindukan itu. Merindukan saat dimana kita bersama tertawa karena sesuatu hal yang tidak jelas. Namun kadang saat aku bersamamu, aku merasa ada banyak perbedaan yang seharusnya membuat kita tak bersama.

      Aku telah merelakan kepergianmu. Meski sulit, namun perlahan aku mampu. Berusaha melupakanmu ternyata sulit, karena sungguh rasa ini sebenarnya masih ada. Namun kini aku menyadari bahwa kita takkan pernah bisa lagi bersama. Bahkan kata kita tak bisa kupakai lagi, karena sekarang lebih tepatnya hanya ada aku dan kamu yang memiliki dunia kebahagiaan di tempat yang berbeda. (Natasha)

Ada PART II (https://deboralinda-blog.blogspot.co.id/2017/10/catatan-pendek-tentang-hati-yang-sedang_31.html)

Kamis, 19 Januari 2017

Debora Linda Santika (Sekilas Info)

Sengaja gak pakai make up

Hai, salam kenal yaa.. buat semua yang mau baca ini J
Setelah sekian lama gak aktif blog.. akhirnya bisa menyapa kalian lagi disini..
Hari ini aku mau informasikan sekaligus memperkenalkan diri aku nih:
1. Debora Linda Santika
2. Nama panggilan: Debora (biasanya kalau pas di panggil di daftar kehadiran)
3. Sering dipanggil: Linda (kalau di lingkungan sekitar yang udah kenal lama sama saya)
4. Bisa juga dipanggil: Santika (tapi jarang banget sih)
5. Nama panggilan lain: Deb, Lin, Nda
6. Ada juga yang panggil “Debor” dan “Bor”, But thankyou buat yang udah manggil saya kayak gitu (ini panggilan teraneh yang pernah saya dengar)
7. Lahir di Bojonegoro, pada tanggal 3 November 1997
8. Asal Surabaya (hanya saja kalau pas liburan atau mudik suka ke Bojonegoro dan Kediri, karena bapak asal dari Kediri, dan ibu asal dari Bojonegoro)
9. Saya anak tunggal, tapi saya anti manja
10. Alumni SMP Kristen Bethel Sulung 3, Surabaya (2011-2013)
11. Alumni SMK Ketintang Surabaya (2013-2015)
12. Sekarang Mahasiswi di STIE Perbanas Surabaya (angkatan 2015)
13. Jurusan Ekonomi (kata dosen kalau di tanya jurusan jawab aja ekonomi, soalnya kalau langsung bilang jurusan Akuntansi gak baik buat yang mau PDKT alias pendekatan)
14. Saat semester 1, pernah test kepribadian hasilnya ISTP-Introvert, Sensing, Thinking, and Perception
15. Lagi coba belajar ekstrovert
16. Lebih banyakin cari teman
17. Status: single (bukan jomblo yaa)
18. Anaknya pendiam banget
19. Tapi bisa cerewet (kalau udah kenal deket)
20. Pemalu juga
21. Tapi lebih sering malu-maluin
22. Narsis? Enggak juga.
23. Jaim alias jaga image yang sering.
24. Suabar banget
25. Marah jarang sih.. negur sering, alasan saya marah, karena saya masih peduli
26. Kalau saya cuek, berarti saya sudah gak peduli
27. Sweet, care bisa juga kok saya.. apa sih yang enggak bisa buat kamu (kamu? iya kamu!)
28. Hobi: nyanyi, dengerin tv, nonton radio, dan baca juga
29. Yang belum bisa: baca pikiran orang, termasuk pikiran kamu
30. Ngomong-ngomong saya bisa jadi tempat curhatan hati kamu
31. Bisa jadi pendengar yang baik
32. Bisa jaga rahasia
33. Bisa jadi penyemangat kamu juga
34. Suka kepo (ini termasuk hobi rahasia, karena saya akan cari tahu apa yang belum saya tau.. ada senior mengatakan “Tak Kepo Maka Tak Sayang”)
35. Suka berorganisasi (Senior pernah kata: “Bukan untuk dilayani, Melainkan untuk Melayani”)
36. Kalau saya bisa bantu, ya saya bantu
37. Kalau saya gak bisa bantu, saya usahakan bisa cari bantuan yang lain
38. Kalau memang betul tidak bisa bantu, saya bantu doa J
39. Tertarik dengan dunia sekilas multimedia
40. Bisa alat musik gitar, dan keyboard (bisa masih dasar sih, belum jago)
41. Bisa rekorder/seruling, pianika, lalu angklung (pas bocah bisa, sekarang udah jarang main)
42. Suka hal-hal pengalaman yang baru, seru, asik, gila juga boleh
43. Makanan favorit: Bakso
44. Minuman favorit: Air putih.. Susu (kalau lagi gak pengen makan), Kopi (kalau butuh begadang kerja tugas)
45. Warna favorit: Hitam, Biru, Putih, Merah. Lucu-lucuan Pink, Ungu
46. Sering di bilang agak aneh
47. Sering tersesat dan gak tau arah jalan pulang
48. Kadang tenggelam dalam lautan luka dalam
49. Sering dicuekin
50. Bertepuk sebelah tangan, ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
51. Terlatih patah hati, karena sering disakiti
52. Pernah di bilang pemalas
53. Aslinya rajin (kalau hati lagi senang)
54. Pernah di bilang gak penting juga
55. Bersyukur aja
56. Bersyukur pernah bertemu kamu, dan semua orang yang selalu hadir memberikan warna yang berbeda di hidupku (tidak ada sesuatu yang kebetulan)
57. Oyaa gak suka lihat orang merokok (boleh kok kamu ngerokok, tapi jangan di depan saya, ya.. saya sadar saya gak punya hak melarang, karena saya bukan siapa-siapa kamu)
58. Gak berani lihat film horor (bukannya penakut, tapi sungkan aja)
59. Kalau ditemani kamu sih boleh.. (1% nya aja saya brani, 99% saya jamin gak akan berani buka mata.. tapi brani kok kalau lihat kamu)
60. Suka nonton komedi (biasa untuk hibur diri)
61. Film romantis? Siapa sih yang gak suka?
62. Paling gak suka di bohongin
63. Berani jujur (tapi masih gak berani ungkapkan rasa ini)
64. Anti lari dari tanggungjawab
65. Ada masalah? Senyumin aja J

Udah yaaa.. ini aja lah yang bisa saya infokan ke kalian sebagai perkenalanku. Kalau mau tau kegiatan saya yang lain, kak... kepoin aja!
Bisa follow di instagram: @deborasantika
(DM atau komen aja di foto kalau minta di follback, tapi jangan unfoll setelah aku follback ya, kak.. apalagi di blokir)
Atau bisa Add friend di line: @deboralinda11